Blog

Image

Mengenal Clean Bulking dan Dirty Bulking, Mana yang Terbaik?

December 20th, 2022

sfidnfits.com – Ingin menambah massa otot? Maka, mulailah merencanakan latihan angkat beban berat, makan banyak protein, dan mengonsumsi surplus kalori.

Surplus kalori adalah kondisi di mana kamu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar. Hasilnya adalah penambahan berat badan, baik itu lemak ataupun massa otot.

Untuk melakukannya, ada dua pilihan menambahkan banyak kalori, yakni clean bulking dan dirty bulking. Dan, yang banyak dipertanyakan banyak orang adalah mana pilihan terbaik di antara keduanya?

Nah, untuk menjawabnya, simak pembahasan di bawah ini, ya!

 

Mengenal Clean Bulking dan Dirty Bulking, Mana yang Terbaik?

 

Bulking adalah praktik menambah berat badan secara sengaja dengan mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang kamu bakar.

Biasanya, orang yang ingin menjadi lebih berotot menggunakan kombinasi latihan beban, diet tinggi kalori dan protein. Kombinasi ketiganya dapat meningkatkan sintesis protein otot.

Oleh karena itu, untuk bulking direkomendasikan surplus kalori sebesar 250-500 kalori (kkal) per hari, ditambah 25-30% kalori harianmu dari protein. Untuk pilihan terbaik antara clean bulking dan dirty bulking, berikut penjelasannya!

 

Perbedaan clean bulking dan dirty bulking


Clean bulking mengacu pada gaya bulking yang berfokus pada pilihan makanan sehat sambil berusaha meminimalkan penambahan lemak.

Ada beberapa ciri-ciri dari clean bulking, ini mencakup:

· Makanan yang dikonsumsi adalah makanan organik, lokal, dan utuh

· Makronutrien diperhatikan dengan baik

· Menyesuaikan asupan kalori untuk menghindari penambahan lemak yang tidak diinginkan

Namun, perlu diingat bahwa tidak ada definisi resmi tentang clean bulking. Beberapa orang menganggap diet rendah karbohidrat dan bebas biji-bijian disebut ‘clean’, sementara yang lain mungkin memilih untuk menghindari lemak.

Meski begitu, secara umum clean bulking adalah tentang makan sehat dan tetap kurus saat kamu menambah massa otot.

Sementara itu, dirty bulking adalah kebalikan dari clean bulking, ini mencakup:

· Pilihan makanan mudah dan padat kalori, biasanya termasuk makanan olahan dan makanan cepat saji

· Penambahan lemak kurang diperhatikan

· Cenderung tinggi protein, tetapi kurang memperhatikan makronutrien lainnya

· Surplus kalori yang besar karena fokus pada penambahan berat badan

Dirty bulking bisa dikatakan sebagai penambahan berat badan dengan cara yang bebas. Biasanya jenis bulking ini dilakukan oleh orang yang selalu kurus dan sulit gemuk, sehingga mereka memilih jalur cepat.

Dan, seperti yang kamu bayangkan, dirty bulking juga bisa sangat bervariasi tergantung pada masing-masing individu.

 



Kelebihan dan kekurangan clean bulking dan dirty bulking

Sebelum kamu memutuskan mau menggunakan cara yang mana, simak dulu kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

Kelebihan clean bulking


Kelebihan yang paling menonjol dari clean bulking adalah makanan yang dikonsumsi jauh lebih sehat.

Hal ini penting karena makan dalam jumlah berlebihan akan membebani tubuh dengan membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras untuk memproses semua kalori yang kamu konsumsi. Itu semua akan membuat gula darah naik dan saluran pencernaan menjadi overdrive.

Saat kamu melakukan clean bulking, kamu melakukannya pada makanan yang secara keseluruhan lebih menyehatkan jantung dan bermanfaat untuk hasil kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.

Kekurangan clean bulking

Meski clean bulking cenderung lebih sehat, tapi jenis bulking ini sulit dilakukan. Mengonsumsi makanan utuh dan bergizi memang menjadi keuntungan bagi orang yang menurunkan berat badan, tapi untuk yang menambah berat badan dan meningkatkan konsumsi kalori itu menjadi tantangan besar.

Jauh lebih sulit mengonsumsi banyak dada ayam dan salad dibandingkan dengan makan banyak keripik dan donat.

Kelebihan dirty bulking


Bagi orang-orang yang kesulitan menambah berat badan, dirty bulking bisa menghasilkan sebuah keajaiban.

Setelah bertahun-tahun mencoba menambah berat badan dengan makanan rendah kalori, banyak lifter yang bertubuh kurus menemukan bahwa beberapa kue manis, kentang goreng, dan burger cepat saji adalah yang mereka butuhkan untuk membuat timbangan bergerak ke kanan.

Sepintas, makanan tersebut terdengar begitu lezat. Setelah seumur hidup menghindari junk food, kini kamu bisa makan sebanyak yang kamu mau.

Plus, umumnya burger, kentang goreng, dan milkshake padat kalori dan lezat, dan mereka tidak membuatmu kenyang seperti makanan utuh yang tidak diproses, jadi mudah untuk mendapatkan beberapa ratus kalori ekstra dalam sekali duduk.

Kekurangan dirty bulking

Dalam dirty bulking, kesenangan yang kamu dapat akan cepat hilang dan tak lama kemudian, makan makanan sebanyak itu menjadi tugas berat bagi tubuh untuk mengolahnya.

Selain itu, dirty bulking bisa menjadi tidak sehat, terutama jika kamu menjadikan makan makanan yang tidak sehat itu sebagai pengganti makanan utuh, bukan melengkapinya.

Seiring waktu dengan kebiasaan tidak sehat yang terus menerus, kesehatanmu dapat mulai merasakan dampaknya, dan pada akhirnya kamu dapat mulai mengalami peningkatan gula darah, trigliserida, dan kolesterol. Juga, lebih banyak penumpukan lemak tubuh daripada otot tanpa lemak.

Selain itu, konsumsi makanan junk food juga tidak memberikanmu nutrisi penting sehingga kamu akan sering mengalami kelelahan dan tidak termotivasi untuk berolahraga.

Dan, yang paling menantang adalah dirty bulking bisa jadi sulit dihentikan setelah kamu memulainya. Makanan junk food dan olahan dirancang agar enak dan mudah dikonsumsi, dan akan sulit dihentikan begitu sudah menjadi bagian rutin dari dietmu.

 

Jadi, mana yang terbaik antara clean bulking dan dirty bulking?


Kedua metode bulking di atas menawarkan manfaat unik, dan seperti kebanyakan hal, mana pilihan diet yang bagus kemungkinan besar tergantung pada orangnya.

Namun, berdasarkan penjelasan di atas, clean bulking bisa menjadi pilihan terbaikmu untuk menambah lebih banyak massa otot tanpa lemak dan menyiapkan dirimu untuk lebih sukses menggapai tujuan latihan, dan tentu saja clean bulking memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

 

Kesimpulan

Jadi, itu dia tadi jawaban atas pertanyaanmu. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa clean bulking dan dirty bulking keduanya merupakan cara efektif untuk meningkatkan massa otot dan membangun ukuran otot.

Keduanya melibatkan konsumsi lebih banyak kalori daripada yang kamu bakar, tetapi pendekatannya berbeda. Yang mana yang kamu pilih adalah pilihan pribadi.

Clean bulking membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian, tapi bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan dan memberikan hasil untuk jangka panjang.

Sedangkan, dirty bulking lebih mudah diikuti dan dilakukan, tetapi memiliki lebih banyak risiko kesehatan dan penumpukan lebih banyak lemak dibandingkan otot tanpa lemak.

 

Referensi:

  • Levelsprotein, (2020). Clean Bulk vs. Dirty Bulk: Pros and Cons (Plus How to Choose).
  • Trifectanutrition, (2022). Dirty Bulk vs. Clean Bulk: What is the Best Muscle Building Diet?
  • Gym-pact, (2022). Dirty Bulking vs. Clean Bulking: Which Works Best?
  • Laddersport. LOOKING TO GAIN MASS? LEARN THE DIFFERENCES BETWEEN A DIRTY BULK AND CLEAN BULK.




Jika Anda sedang mencari perlengkapan olahraga, perlengkapan fitness, perlengkapan yoga, ataupun perlengkapan olahraga yang bisa dipakai dirumah tanpa perlu datang ke gym, FITS adalah solusi terbaik pilihan Anda. FITS menyediakan perlengkapan olahraga terlengkap dengan kualitas original dan harga terbaik.

Anda bisa mendapatkan semua produk FITS di e-commerce favorit Anda secara online maupun langsung belanja di toko offline FITS. Tap atau klik SHOP NOW pada banner dibawah ini dan mulailah pengalaman olahraga lebih baik bersama FITS!





Official E-Commerce

Temukan produk resmi SFIDNFITS di toko online berikut ini