Blog

Image

Mengenal Bahan Latex: Karakteristik, Jenis dan Kelebihannya

November 12th, 2021

sfidnfits.com – Nama latex pastinya sudah tidak asing lagi di telinga Anda, bukan? Yah, latex sudah menjadi bahan yang banyak digunakan untuk beberapa barang sekarang ini, sebut saja peralatan olahraga, pakaian, sepatu sampai furniture rumah.

Bahan latex sendiri memiliki dua kategori, yaitu latex alami dan sintetis. Latex alami bisa didapatkan langsung melalui tanaman atau pohon, sedangkan sintetis diproduksi secara artifisial melalui proses kimia. Secara lengkap Anda bisa mengetahui tentang bahan latex dari artikel ini.


Mengenal Bahan Latex: Karakteristik, Jenis dan Kelebihannya


Pengertian latex


Sumber gambar: cdn.shopify.com

Lateks adalah zat alami yang dipanen dari tanaman yang biasanya bahan ini terdiri dari sekitar 55% air dan sekitar 40% bahan karet, tetapi juga dapat diproduksi secara artifisial melalui proses kimia. Lateks sering digunakan sebagai sinonim untuk karet, tetapi istilah ini sebenarnya mengacu pada suspensi partikel polimer kecil yang disimpan dalam media cair apa pun.


Karakteristis bahan latex


Sumber gambar: quiltersway.com

Bahan latex memiliki karakteristik sebagai berikut:

· Memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap keausan.

· Kekuatan tarik yang besar.

· Tahan terhadap abrasi.

· Tahan air.

· Bekerja baik di lingkungan dengan suhu rendah.

· Latex tidak disarankan untuk digunakan di lingkungan yang melibatkan produk minyak bumi dan pelarut. Kisaran suhu paling ideal saat menggunakan latex adalah antara -55 derajat celcius hingga 82 derajat celcius.


Jenis latex

Latex terbagi menjadi dua jenis, yakni latex alami dan latex sintetis. Secara lengkap dan detail, Anda bisa membedakan keduanya dari uraian di bawah ini:

· Latex alami


Sumber gambar: mjtrends.b-cdn.net

Latex alami dihasilkan dari pohon karet Hevea brasiliensis dan merupakan cairan pelindung yang terkandung di bawah kulit kayu. Cairan ini berwarna putih keruh yang mirip dengan susu sapi. Cairan dikumpulkan dengan memotong strip tipis kulit kayu dari pohon dan membiarkan latex keluar ke dalam wadah pengumpul yang biasanya disediakan di batang pohon selama beberapa jam.

Setelah itu pabrik menyaring latex sehingga dapat dikemas dalam drum untuk tujuan selanjutnya. Setelah latex siap, selanjutnya dibuat menjadi lembaran karet yang diasap, pabrik menambahkan asam ke dalam latex. Proses ini menyebabkan bahan menggumpal. Cairan yang menggumpal kemudian digulung menjadi lembaran di pabrik. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan air sehingga lembaran dapat dikeringkan dan diasap.

Terakhir, latex akan di-prevulkanisir. Pravulkanisasi melibatkan perawatan kimia dan pemanasan lembut pada suhu rendah. Setelah latex divulkanisir, bahan ini akan lebih mudah untuk diangkut. Dengan lebih banyak pemanasan, bahan tersebut kini bisa dibuat menjadi karet biasa.

· Latex sintetis


Sumber gambar: mystoxx.it

Tentu saja, tidak semua latex itu alami. Beberapa latex adalah sintetis yang terbuat dari dua bahan, stirena dan butadiena. Keduanya saat ini diperoleh dari minyak bumi. Bahan kimia ini digunakan untuk membuat polimer karet sintetis yang digumpalkan dan dikeringkan, kemudian diangkut ke pabrik.

Pabrik manufaktur kemudian mencampur polimer karet sintetis. Terkadang, mereka juga mencampur bahan tambahan, tergantung pada produk akhir untuk latex sintetis.

Kemudian pabrik menggulung karet menjadi lembaran dan memotongnya menjadi lembaran untuk diproses lebih lanjut. Teknik pengolahan karet sintetis yang paling umum adalah ekstrusi, cetakan injeksi, dan cetakan kompresi.

 



Penggunaan bahan latex


Latex digunakan dalam beragam aplikasi, mulai dari barang sehari-hari hingga penggunaan yang lebih khusus.

Latex karet alam paling sering digunakan untuk membuat barang-barang seperti sarung tangan, topi renang, permen karet, kasur, kateter, karet gelang, balon, sepatu tenis, dan banyak barang olahraga lainnya.

Latex sintetis umum digunakan pada pelapis, seperti cat latex. Anda juga akan menemukannya dalam lem, berkat kemampuannya untuk mengeras saat air menguap dari partikel polimer dalam latex. Latex sintetis juga dapat ditambahkan ke semen yang digunakan untuk pelapisan ulang dan menambal retakan pada permukaan semen.

 

Kelebihan bahan latex


Sumber gambar: mjtrends.b-cdn.net

Hal yang paling unggul dari bahan ini adalah latex siap digunakan langsung dari wadahnya. Latex tidak mahal, menunjukkan ketahanan abrasi yang baik, dan merupakan karet cetakan yang elastis. Karena elastisitasnya yang tinggi, ciri khas latex adalah kemampuannya yang mampu dibuat berbagai model untuk semua industri. 


Kekurangan bahan latex


Sumber gambar: 5.imimg.com

Selain beragam kelebihan yang dimiliki oleh bahan ini, produk latex juga memiliki kekurangan. Latex berbiaya rendah umumnya mudah menyusut. Proses pembuatan barang dengan karet latex lambat dan memakan waktu. Membuat barang dengan bahan latex menggunakan kuas membutuhkan waktu sepuluh hari atau lebih. Pembuatan latex umumnya tidak cocok untuk pengecoran resin.

Itulah tadi pembahasan tentang bahan latex dari mulai pengertian, karakteristis, jenis, penggunaan dan kelebihan serta kekurangannya. Bahan latex juga digunakan pada beberapa produk olahraga yang kami miliki, seperti resistance band, resistance tube dan resistance sheet. Tentu saja, produk yang menggunakan bahan latex sangat berkualitas karena dapat bertahan lama dan punya kelenturan yang sangat baik.

 

Referensi:

Ecoworldonline, (2020). Latex vs Rubber: is it the same thing?

Crafttribeonline. Can you sew latex fabric?

Aceprodcon. The Making of Latex.

Sciencing, (2018). What Gloves Should Be Used for Handling Acetone?

Madehow. Latex.

Sites. What are the advantages and disadvantages of rubber.