Blog

Info
Image

7 Kota Ramah Pejalan Kaki di Indonesia

October 2nd, 2019

sfidndits.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang masyarakatnya cenderung malas berjalan kaki. Hal ini dibuktikan oleh para peneliti dari Universitas Standford, AS, yang menemukan bahwa masyarakat Indonesia hanya berjalan sekitar 3513 langkah per harinya, dimana jumlahnya jauh dari rata-rata masyarakat Hongkong yakni 6880 langkah. Tingkat kemalasan masyarakat dalam berjalan kaki sebenarnya juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Seperti yang kita tahu, Indonesia juga terkenal sebagai negara yang padat akan kendaraan, terutama di kota-kota metropolitan. Namun, beberapa kota di Indonesia kini mulai memperbaiki dan membangun kota yang lebih ramah lingkungan. Salah satu tujuannya tentu untuk membuat nyaman warga dan wisatawan jika ingin berjalan kaki. Berikut ini beberapa kota di Indonesia yang ramah akan pejalan kaki.

1. Bukittinggi


Bukittinggi, salah satu kota di Sumatera Barat ini terkenal akan Jam Gadangnya yang disebut-sebut mirip dengan Big Ben di London. Meski wilayah kotanya tidak terlalu besar, Bukittinggi memiliki sederet destinasi wisata yang berhasil menarik minat wisatawan. Uniknya, sebagian besar agen perjalanan setempat merekomendasikan wisatawan untuk menjelajahi Bukittinggi sambil berjalan kaki. Usut punya usut, Bukittinggi ternyata memiliki cuaca yang cukup sejuk dan ramah pejalan kaki. Jika tertarik, kamu bisa mulai dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. Dari situ, kamu bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Janjang 40, Benteng Fort de Kock, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, ataupun melakukan tur kuliner di Pasar Atas dan Pasar Bawah.

2. Jambi


Kota terbaik lainnya yang ramah pejalan kaki ialah Jambi. Jambi memiliki jembatan khusus sepanjang 530 meter yang terbentang di atas Sungai Batanghari. Bukan sekedar jembatan, jembatan berbentuk huruf ‘S’ ini ternyata dikhususkan untuk pejalan kaki. Di sisi jembatan bahkan terdapat pusat jajanan. Tak heran, ketika sore menjelang, jembatan ini ramai oleh wisatawan yang berwisata kuliner sembari menikmati matahari tenggelam. Jika ingin menambah pengetahuan pun, kamu bisa mengunjungi menara Gentala Arasy di ujung jembatan, yang merupakan museum sejarah perkembangan Islam di Jambi.

3. Bogor


Meski dekat dengan wilayah ibu kota, Bogor bisa menjadi salah satu alternatif bagi kamu yang ingin berwisata dengan berjalan kaki. Selain udaranya yang sejuk, Bogor juga tengah membangun kota yang lebih ramah lingkungan. Pertengahan Juni 2016 lalu, Bogor telah memulai pembangunan kota ramah lingkungan yang nantinya akan mendorong dan membuat nyaman masyarakat ketika berjalan kaki, bersepeda, ataupun menaiki angkutan umum. Salah satu proyek yang telah selesai yaitu trotoar di sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Sambil menelusuri trotoar tersebut, kamu juga bisa melihat rusa yang bermunculan di halaman Istana.

4. Yogyakarta


Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu daerah ramah pejalan kaki. Beberapa bahkan menyebut bahwa berjalan kaki adalah cara terbaik untuk menikmati suasana Yogyakarta. Tidak hanya di tempat wisata, tapi juga di sisi jalan protokolnya. Ketika mengunjungi Malioboro, salah satu wilayah yang paling terkenal di sana, kamu bisa berjalan dengan nyaman di trotoar maupun jalan sekundernya. Kantung-kantung parkir pun kian ditata rapih sehingga tidak menutupi trotoar. Dari area Malioboro, kamu bisa langsung melanjutkan berjalan kaki ke tempat wisata lain seperti Kraton, Tamansari, hingga Kotagede.

5. Semarang


Semarang telah mulai melakukan program penataan kawasan pusat kota dengan mengandalkan trotoar sekaligus menambah street furniture (pelengkap jalan) seperti pot bunga, kursi, dan lampu. Beberapa ruas trotoar bahkan dilengkapi dengan ornamen bola-bola yang menambah nilai estetika. Saat ini, beberapa trotoar di Jalan Veteran, Jalan Diponegoro, Jalan Madukoro, dan Jalan Imam Bonjol bisa kamu susuri sembari menjelajahi pusat Kota Lumpia tersebut. Ke depannya, Semarang juga akan terus mempercantik setiap sudut trotoar guna membuat nyaman warga maupun wisatawan.

6. Solo


Solo dengan tagline-nya yaitu Spirit of Java berhasil menunjukkan semangat dan mencerminkan budaya Jawa. Masyarakatnya yang santun dan kotanya yang berbudaya menjadi magnet tersendiri. Namun ada satu hal menarik lain yang membuat Solo dilirik oleh wisatawan, yaitu wilayah kotanya yang begitu ramah akan pejalan kaki. City Walk merupakan area terbaik untuk pejalan kaki, dimana jalurnya membentang 4 kilometer di selatan Jalan Slamet Riyadi. Dari jalur utama, kamu bisa mulai perjalanan dengan menyambangi Keraton Mangkunagaran, Loji Gandrung, Taman Sriwedari, dan Taman Balekambang. Di sekitarnya pun kamu bisa mengunjungi destinasi lain seperti Pasar Triwindu, Solo Grand Mall, Museum Danar Hadi, hingga Mudeum Radyapustaka.

7. Surabaya


Surabaya memang kota metropolitan. Namun, bukan berarti Surabaya selalu sesak akan kendaraan. Beberapa tahun ke belakang, Surabaya terus melakukan perbaikan kota agar lebih ramah lingkungan. Sejumlah taman dibangun dan diisi dengan ragam pepohonan guna meredam polusi kendaraan. Trotoar pun dibuat semakin nyaman untuk warga dan wisatawan. Kini, Surabaya menjadi salah satu kota yang ramah pejalan kaki. Jika berkunjung, kamu bisa mulai berjalan kaki di sepanjang Kota Tua Surabaya dan melanjutkannya ke Jembatan Merah hingga Tugu Pahlawan yang sarat akan sejarah.

Tak sekedar pemaksimalan trotoar, masyarakat dan pengendara setempat yang menghormati hak pejalan kaki juga menjadi faktor yang membuat beberapa kota di atas baik untuk pejalan kaki. Jika kamu adalah warga dari salah satu kota tersebut, mulailah berjalan kaki lebih sering guna meningkatkan kesehatan tubuh. Jika kamu wisatawan yang tengah berkunjung pun, cobalah untuk menelusuri setiap sudut kota dengan berjalan kaki. Jangan lupa juga kenakan sepatu yang nyaman seperti FITS Pro agar perjalananmu semakin berkualitas.