Blog

Info
Image

10 Desa Wisata Terbaik di Indonesia

September 18th, 2019

sfidnfits.com – Tahun 2017 lalu, Pemerintah melalui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) memberikan penghargaan ke sejumlah desa di Indonesia. Terdapat sepuluh desa yang dinilai berhasil mengelola potensi pariwisatanya. Seperti diketahui, Indonesia memiliki begitu banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata, yang diartikan sebagai bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang tersaji dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin mengetahui seluk beluk kehidupan masyarakat desa. Berikut ini 10 desa wisata terbaik berdasarkan penghargaan yang diberikan oleh Kemendes tahun 2017 lalu.

1. Desa Sungai Nyalo, Painan


Desa Wisata yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat ini menerima penghargaan sebagai “Desa Wisata Dengan Perkembangan Tercepat” pada 2017 lalu. Budaya gotong royong menjadi salah satu alasan mengapa desa ini dapat berkembang begitu cepat. Dikenal sebagai Kawasan Mandeh Painian, desa ini memiliki pemandangan perbukitan yang dihiasi oleh keindahan teluk dan gugusan pulau-pulau kecil. Gugusan terumbu karang dan hutan mangrove seluas 400 hektare pun menjadi rumah bagi beragam biota laut. “Paradise of the South” adalah julukan lain bagi kawasan ini.

2. Desa Madobak, Mentawai


Selain keindahan laut, Kepulauan Mentawai juga dikenai memiliki tiga desa yang masih memelihara adat istiadat, salah satunya Desa Madobak. Terletak di  Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai, Sumatera Barat, desa ini memiliki budaya tato yang diyakini sebagai budaya tato tertua di dunia. Keseriusan pemerintah setempat untuk melestarikan keunikan budaya inilah yang akhirnya mengantarkan Desa Madobak terpilih sebagai “Desa Adat Terbaik”.

3. Desa Tamansari, Banyuwangi


Berada di kawasan Gunung Ijen, Kecamatan Licin yang terkenal dengan wisata alamnya, desa Tamansari menunjukkan keseriusan dalam membangun dan mengembangkan daerahnya. Keseriusan ini memberikan hasil yang cukup memuaskan berupa penghargaan sebagai “Desa Wisata Jejaring Bisnis”. Selain kawah gunung Ijen, Osing yang merupakan suku asli di Kabupaten Banyuwangi juga menjadi salah satu daya tarik desa wisata ini. Bahkan, pentas musik kelas dunia, seperti Ijen Summer Festival pun diadakan di kawasan desa ini.

4. Desa Pujon Kidul, Malang


Dikeliling oleh gunung dan sawah, Desa Wisata Pujon Kidul yang terletak di Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur ini sukses menyabet penghargaan sebagai “Desa Wisata Agro” se-Indonesia. Dinaungi Rumah Kampung Lestari, kegiatan argobisnis yang dilakukan warga menjadi daya tarik tersendiri. Kafe di tengah sawah, spot foto berlatar belakang alam, hingga suasana desa yang sunyi juga menjadi faktor mengapa desa ini begitu diminati. Dusun pengolah susu sapi, budidaya tanaman obat keluarga, hingga perkebunan juga bisa kamu temui ketika berkunjung ke sini. 

5. Desa Seigentung, Gunungkidul


Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkembang karena potensi wisatanya. Berada di dataran tinggi yang terbentuk atas muntahan gunungapi, Gunungkidul menyimpan beragam ilmu pengetahuan. Pemerintah melalui Kemendes pun memberikan penghargaan kepada desa ini sebagai “Desa Wisata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)”. Salah satu pertimbangan Kemendes memilih desa wisata ini sebagai Desa Wisata IPTEK ialah kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi air bersih. Sejalan dengan itu, Desa Seigentung membuktikan bahwa desa tidak selalu identik dengan ketertinggalan dan justru mampu meningkatkan perekonomian.

6. Desa Ubud, Gianyar


Keterkenalan Desa Ubud, Gianyar, Bali bisa dikatakan telah merambah dunia Internasional. Pasalnya, desa ini begitu terkenal di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara, bahkan masuk ke dalam buku karangan Elizabeth Gilbert berjudul “Eat, Pray, Love”. Buku tersebut kemudian diadaptasi menjadi sebuah film yang dibintangi Julia Roberts. Bukan tanpa alasan, Desa Ubud memang terkenal akan keindahan alam dan keunikan budayanya. Karena itulah, Kemendes memberikan penghargaan kepada desa ini sebagai “Desa Wisata Budaya”.

7. Desa Waturaka, Ende


Desa Waturaka, Kecamatan Kalimutu, Kabupaten Ende, NTT terletak tidak jauh dari kawasan Danau Kelimutu. Alamnya yang begitu memesona mengantarkan desa ini menjadi “Desa Wisata Alam” terbaik se-Indonesia. Konsep wisata unik yang melibatkan wisatawan dalam kegiatan sehari-hari juga menjadi daya tarik tersendiri. Jika berkunjung kesana, kamu akan melihat begitu banyak wisatawan mancanegara yang melakukan aktivitas seperti mencakul di ladang, mengangkat batu untuk membangun rumah, hingga mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah.

8. Desa Ponggok, Klaten


Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo adalah salah satu destinasi wisata paling populer se-Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Destinasi wisata berbentuk kolam alami ini dikenal sebagai tempat belajar bagi para penyelam pemula. Beragam properti tambahan juga bisa digunakan jika ingin berfoto di bawah air. Tak heran, di tahun 2017, destinasi wisata ini mampu membukukan pendapatan di kisaran Rp 6,5 miliar hingga Rp 9 miliar per tahun. Hal ini lah yang akhirnya menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan pemberdayaan ekonomi sehingga Kemendes memberikan penghargaan pada desa ini sebagai “Desa Wisata Pemberdayaan Masyarakat”.

9. Desa Teluk Meranti, Pelalawan, Riau


Terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau, Desa Teluk Meranti menjadi salah satu desa yang dikenal peselancar dunia. Desa ini terkenal akan ombak sungai Kampar yang terbentuk secara konsisten di muara sungai, yang lebih dikenal dengan sebutan Ombak Bono. Meski tak sehebat ombak di Kepulauan Nias, Ombak Bono menjadi daya tarik tersendiri bagi para peselancar yang ingin berselancar di sungai, bukan di laut. Kreativitas pengelola wisata setempat yang mampu mempromosikan wisata Ombak Bono di kalangan Internasional inilah yang akhirnya mengantarkan Desa Teluk Meranti sebagai “Desa Wisata Kreatif” se-Indonesia.

10. Desa Bontagula, Bontang


Meski termasuk wilayah industri, Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur tetap memiliki wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Posisinya yang diapit laut, membuat Bontang memiliki pantai yang begitu memesona. Desa Bontagula adalah nama desa yang menyajikan keindahan maritim terbaik. Keindahan laut dan aktivitas warga pesisir pantai sebagai atraksi wisata utama adalah poin yang mengantarkan desa ini mendapat gelar “Desa Wisata Terbaik Kategori Maritim”.

Itu dia beberapa desa wisata terbaik berdasarkan penghargaan yang diberikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) di 2017 lalu. Jadi, jika kamu masih bingung ingin berkunjung ke destinasi wisata yang dapat menyuguhkan keindahan alam sekaligus keunikan budaya, desa wisata merupakan pilihan tepat. Selagi menikmati alam, jangan lupa juga untuk menjaga norma-norma yang ada guna memelihara keberagaman budaya.